Sesuai dengan janji saya bahwa setelah membahas tutorial mengenai cara setting free domain pada website, maka saya juga akan memposting rangkuman cara membuat website dari awal hingga akhir. Artinya, rangkuman yang akan saya buat ini menjadi panduan membuat website dari awal pembuatan sampai benar-benar bisa digunakan secara online di internet. Saya sengaja membuat postingan rangkuman ini supaya pembaca benar-benar paham apa saja yang harus dilakukan untuk bisa membuat sebuah website, apakah serumit yang pernah dikatakan orang lain mungkin atau semudah menggorang pisang?
Namun perlu diketahui bahwa rangkuman ini saya khususkan untuk membuat website menggunakan Wordpress CMS. Hal ini dikarenakan tutorial tersebut akan sedikit banyak sesuai dengan website pada umumnya meskipun menggunakan sebuah modul CMS. Kalau membuat blog juga sudah ada kok di blog saya ini, bahkan saya juga menyediakan e-book panduannya.
Okelah, berikut langkah-langkah lengkap bagaimana membuat sebuah website dari awal hingga bisa digunakan secara online:
1. Yang pertama tentu harus mengerti apa itu website. He3x. Bukan maksud saya underestimate pada pembaca, tapi siapa tahu ada pengunjung yang mungkin belum mengerti. Untuk mengetahuinya silahkan buka tutorial yang saya posting di sini.
2. Selanjutnya adalah mengetahui hal-hal paling penting dari sebuah website, yaitu domain dan hosting. Silahkan pembaca buka posting mengenai kedua hal tersebut di sini.
3. Setelah mengenal yang namanya domain dan hosting, pembaca juga sebaiknya mengenal yang namanya localhost. Localhost ini digunakan untuk membantu Anda dalam mendesain website pada komputer local tanpa harus setiap saat online sehingga bisa mengefisiensikan waktu dan yang paling utama adalah efisiensi biaya. Silahkan meluncur menuju postingan yang ini untuk membaca tutorial mengenai localhost.
4. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menjadikan komputer Anda menjadi localhost. Untuk mengetahui tutorial mengenai hal tersebut, silahkan pembaca buka di sini, dimana kita akan menggunakan sebuah software yang bernama XAMPP untuk menjadikan komputer menjadi localhost.
5. Jika sudah mengetahui kegunaan XAMPP dan bagaimana kelak localhost tersebut bekerja, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi XAMPP pada komputer agar komputer kita bisa digunakan sebagai localhost. Pembaca bisa men-download e-book panduan instalasi XAMPP untuk localhost yang telah saya sediakan di sini.
6. Karena kita akan membuat sebuah website dari awal hingga akhir menggunakan Wodpress CMS, maka sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu (khususnya bagi yang memang belum mengenal) Wordpress CMS, sehingga bisa mengetahui fungsinya sebagai CMS (content management system) dan perbedaannya dengan blog Wordpress.Com. Silahkan buka tutorial yang membahas hal tersebut di sini.
7. Langkah selanjutnya adalah mendapatkan modul Wordpress CMS yang akan kita instal menjadi sebuah website pada localhost. Pembaca bisa men-download modul tersebut dari situs resminya di www.wordpress.org. Selanjutnya yang kita lakukan adalah menginstal modul Wordpress CMS yang telah kita download tadi ke dalam localhost kita. Penjelasan lengkap mengenai kedua hal itu bisa pembaca baca pada tutorial website yang ini.
8. Setelah menginstal Wordpress CMS pada localhost, pembaca akan mendapatkan sebuah website yang siap pakai namun masih sebatas localhost (belum bisa dibuka secara online di internet). Namun, dengan bantuan localhost inilah pembaca bisa mengedit atau memodifikasi website Wordpress CMS Anda sampai sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda sebelum di masukkan ke server internet. Silahkan Anda download e-book panduan lengkap menggunakan Wordpress CMS sebagai panduan bagi Anda dalam memodifikasi website Wordpress CMS Anda. Silahkan download di sini. Anda juga bisa membaca tutorial mengenai HTML dan CSS yang mungkin bisa Anda manfaatkan untuk memodifikasi website Wordpress Anda.
9. Langkah selanjutnya jika Anda merasa sudah cukup puas dalam memodifikasi Wordpress CMS tersebut adalah memindahkannya ke internet. Untuk itu, Anda perlu sebuah space hosting pada web server sebagai tempat Anda menyimpan file-file website Anda tersebut. Anda bisa menyewa space hosting pada web server yang ada di internet. Harganya juga bervariasi bergantung fitur dan fasilitas yang diberikan. Ada hosting yang bayar dan yang gratis. Mengenai perbedaan keduanya, pembaca bisa membacanya di sini. Jika pembaca masih belum berminat membayar hosting berbayar, pembaca boleh memanfaatkan layanan free hosting. Salah satu free hosting yang bisa Anda gunakan sudah saya rekomendasikan melalui blog ini. Silahkan membacanya di sini untuk mengetauhi free hosting yang saya rekomendasikan tersebut untuk Anda.
10. Jika sudah mendapatkan space hosting, langkah selanjutnya adalah memindahkan atau mengupload seluruh file website telah Anda instal pada localhost ke dalam server hosting tersebut agar bisa dibuka secara online di internet. Langkah-langkah mengenai cara memindahkan website dari localhost ke hosting online bisa pembaca baca di sini.
11. Agar website Anda bisa dibuka oleh orang lain secara online, tentu dibutuhkan sebuah domain untuk website Anda. Anda bisa membeli sebuah domain dari provider domain di internet. Biasanya layanan ini juga disediakan bersamaan dengan layanan hosting. Namun Anda bisa membeli hosting dan domain secara terpisah. Sama seperti menyewa layanan hosting, memilih sebuah domain juga perlu pertimbangan, yang salah satunya bisa Anda baca di sini. Anda juga bisa memanfaatkan free domain. Mengenai perbedaannya juga telah saya posting pada tutorial website yang ini. Jika pembaca saat ini berminat menggunakan free domain, Anda bisa memanfaatkan layanan free domain yang saya rekomendasikan melalui blog ini. Silahkan buka di sini untuk mengetahuinya.
12. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengaturan (setting) domain untuk digunakan pada website yang telah Anda hosting-kan secara online tadi. Untuk mengetahui cara setting domain pada website Anda, silahkan buka tutorialnya di sini.
13. Selanjutnya adalah melakukan testing pada website yang telah disimpan secara online tersebut untuk memeriksa apakah masih ada bagian yang error. Hal ini penting dilakukan sebelum website Anda di-launching ke khalayak ramai. Perlu diketahui bahwa proses pemindahan file website (uploading) dari localhost ke hosting online serta setting domain pada website tersebut bisa dikatakan sama untuk free hosting dan free domain dengan pay hosting dan pay domain.
Dengan melakukan 13 langkah di atas, Anda akan mendapatkan sebuah website dengan menggunakan Wordpress CMS secara lengkap dan siap pakai secara online. Jangan takut dengan angka 13. Coba bayangkan, dengan melakukan 13 langkah tersebut, kita bisa mendapatkan yang kita inginkan. He3x. Langkah Anda selanjutnya adalah mempromosikan website Anda dan melakukan optimasi. Nah, langkah yang terakhir ini biasa disebut sebagai teknik SEO. Apa itu SEO? Pasti sudah banyak yang tahu deh. Tapi kita juga akan membahasnya kedepan melalui blog tutorial ini. Silahkan ditunggu saja ya tutorialnya dan jangan segan-segan untuk langganan artikel agar bisa mendapatkan tutorial website yang terbaru lebih cepat dan lebih mudah.
Perusahan Jasa service, sales, sopftware, hardware, warnet Telepon: 081210000725 / 085810000725
Selasa, 21 Juli 2009
Minggu, 19 Juli 2009
Tutorial Membuat Proxy Server + Mikrotik
Squid Proxy Slakeware + Mikrotik
Program Yang Dibutuhkan adalah
Mikrotik + Squid box
topologi jaringan adalah sebagai berikut :
inet -- cisco --hub -- Squid (slackware) -- mikrotik (bw managr) -- client
......................|
......................|
......................|-- server lain nya
IP ADDRESS SESUAIKAN DENGAN YANG DI MILIKI
blok ip yang di dapat adalah : 202.152.100.0/24
syarat dasar pemahaman :
1. ip subnetting
2. perintah dasar linux
3. perintah dasar mikrotik
Langkah2...
1. Liat ip address cisco nya (asumsi menggunakan FO)
ip address cisco s0/0 202.152.30.1
netmask 255.255.255.252
gateway 202.152.30.2
(biasanya di dapat dari ISP yang di atas isp kita)
2. Memecah blok ip address yang kita dapat :
sebelum blok ip address yang kita miliki kita gunakan ada baik nya di pecah dulu. pada contoh berikut akan saya berikan untuk di bagi menjadi 2. BLOK IP SERVER dan blok ip CLIENT.
BLOK IP SERVER2 :
network : 202.152.100.0/28
ip yang dapat di gunakan :202.152.100.1 - 202.152.100.14
broadcast : 202.152.100.15
BLOK IP CLIENT :
selain yang di atas adalah ip yang dapat di gunakan untuk client.
3. SET IP ETHERNET CISCO
set ip cisco ethernet0/0
ip address : 202.152.100.1
netmask 255.255.255.240
4. setting Proxy server + TUNE UP :
Linux yang di gunakan adalah SLACKWARE 9 dapat di download di :
http://mirror.vip.net.id/pub/slackware/
yang di gunakan adalah :
komputer P4
HARD DISK 40 G seagate baracuda 7200 rpm 3 keping dengan RAM 2 G
keping hardisk pertama di mount ke /
keping hardisk ke 2 di mount ke /cache1
keping hard disk ke 3 di mount ke /cache2
setelah di install isikan ip address berikut :
interface eth0
ip address : 202.152.100.2
netmask 255.255.255.240
gateway 202.152.100.1
Interface eth1
ip address : 202.152.100.17
netmask 255.255.255.252
setelah itu ...
buka file : type.h
root@proxy:~# vi /usr/include/bits/types.h
edit bagian ini :
#define __FD_SETSIZE 1024
jadi seperti ini
#define __FD_SETSIZE 8192
==> kemudian keluar dari VI EDITOR
kemudian ketik perintah ini :
root@proxy:~# ulimit -HSn 8192
kemudian download squid 2.5.STABLE9 dari sini :
wget http://202.154.183.7/squid-2.5.STABLE9.tar.gz
simpan di direktori /usr/local/src
ekstrak dengan perintah :
tar -zxvf squid-2.5.STABLE9.tar.gz
masuk kedirektori squid
ketik perintah berikut ini :
./configure \
--prefix=/opt/squid \
--exec-prefix=/opt/squid \
--enable-gnuregex \
--enable-async-io=30 \
--with-aufs-threads=30 \
--with-pthreads \
--with-aio \
--with-dl \
--enable-storeio=aufs \
--enable-removal-policies=heap \
--enable-icmp \
--disable-wccp \
--enable-snmp \
--enable-cache-digests \
--enable-default-err-languages=English \
--enable-err-languages=English \
--enable-linux-netfilter \
--disable-ident-lookups \
--disable-hostname-checks \
--enable-underscores
karena udah ada mikrotik untuk bw management tidak di perlukan lagi delay pool. Konfigurasi ini adalah untuk komputer dengan spek seperti berikut :
HARDISK 3 keping 40 G seagate baracuda 7200 rpm, RAM 2 G
2 keping hard disk untuk cache, 1 keping untuk system. apabila menggunakan hard disk scsi --enable-async-io=30 --with-aufs-threads=30 bisa di naekkan jadi 32.
==> selesai install squid. semua file squid akan terletak di direktori /opt/squid
setelah itu gunakan squid.conf di bawah ini :
Code:
http_port 8080
acl youtube dstdomain .youtube.com
no_cache allow youtube
hierarchy_stoplist cgi-bin ? localhost .js .jsp .friendster.com
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \? localhost .friendster.com
no_cache deny QUERY
cache_replacement_policy heap LFUDA
memory_replacement_policy heap GDSF
cache_mem 6 MB
cache_dir aufs /cache1 8000 13 256
cache_dir aufs /cache2 8000 13 256
cache_swap_low 98
cache_swap_high 99
cache_access_log /cache1/access.log
cache_log /dev/null
cache_store_log none
mime_table /opt/squid/etc/mime.conf
pid_filename /var/run/squid.pid
client_netmask 255.255.255.0
refresh_pattern ^ftp: 10080 95% 241920 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern . 180 95% 120960 reload-into-ims override-lastmod
redirect_rewrites_host_header off
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localnet src 202.152.100.0/255.255.255.0
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl SSL_ports port 443 8443 563 777
acl Safe_ports port 25 80 81 110 443 563 6667 7000 777 210 119 70 21 1025-65535
acl Safe_ports port 280 6668 6669
acl Safe_ports port 488
acl Safe_ports port 591
acl Safe_ports port 777
acl lewat dst_as 4622 4761 4787 4795 4796 4855 4800 7587 7597 7713 9326 9340 9448 9657 9791 9794 9875 9905 9228 9251 10114 10137 10208 10217 17440 17450 17451 17538 17658 17671 17670 17725 17727 17769 4832 4833 17817 17884 17907 17910 17922 17800 10220 17974 17826 17885 18052 18056 18059 7632 4821 18103 17996 18004 18153 18156 18189 18237 18251 18347 3583 3382 4382 4434 18364 18365 18379 9341 9785 18393 17995 23651 23666 23671 23679 23691 23756 23945 24052 24057 24194
always_direct allow lewat
always_direct deny all
#header_access Accept-Encoding deny all
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow localnet
http_access allow localhost
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access deny CONNECT
httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on
http_access deny all
maximum_object_size 128 MB
maximum_object_size_in_memory 8 KB
ipcache_size 4096
ipcache_low 98
ipcache_high 99
quick_abort_min 0
quick_abort_max 0
quick_abort_pct 75
fqdncache_size 4096
shutdown_lifetime 10 seconds
cache_mgr hendraarif@yahoo.com
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
memory_pools off
buffered_logs off
log_icp_queries off
logfile_rotate 1
log_fqdn off
forwarded_for off
icp_hit_stale on
query_icmp on
reload_into_ims on
emulate_httpd_log off
negative_ttl 2 minutes
pipeline_prefetch on
vary_ignore_expire on
half_closed_clients off
high_page_fault_warning 2
visible_hostname proxy@dodol.org
nonhierarchical_direct on
prefer_direct off
perhatikan ip address yang di izinkan. sesuaikan dengan ip yang di gunakan.
perhatikan juga penggunaan cache direktori. maksimal untuk 1 keping adalah 18 Giga.
setelah itu tambahkan user squid di linux :
root@proxy:~# useradd squid
tambahkan juga group squid
root@proxy:~# groupadd squid
bentuk direktori cache di squid :
root@proxy:~# /opt/squid/sbin/squid -z
ketik perintah ini sekali lagi :
root@proxy:~# ulimit -HSn 8192
kemudian jalankan squid dengan perintah :
root@proxy:~# /opt/squid/sbin/squid -DY &
================================================== ==============
okeee.. kita lanjut :
5. Setting mikrotik :
masukin ip address ether 1 :
/ip address add address=202.152.100.18/30 interface=ether1
karena seluruh ip yang di gunakan adalah ip public maka perlu subnetting di pisah-pisah :
masukin ip address untuk pasangan ip client :
misalkan ip client adalah 202.152.100.22 maka yang di masukkan di mikrotik ethr2 adalah 202.152.100.21/30
demikian pula untuk pasangan ip client2 yang lain.
/ip address add address=202.152.100.21/30 interface=ether2
untuk lebih jelasnya dapat di liat pada tablel berikut :
Code:
network first avail last avail broadcast
202.152.100.20 202.152.100.21 202.152.100.22 202.152.100.23
202.152.100.24 202.152.100.25 202.152.100.26 202.152.100.27
202.152.100.28 202.152.100.29 202.152.100.30 202.152.100.31
202.152.100.32 202.152.100.33 202.152.100.34 202.152.100.35
202.152.100.36 202.152.100.37 202.152.100.38 202.152.100.39
202.152.100.40 202.152.100.41 202.152.100.42 202.152.100.43
202.152.100.44 202.152.100.45 202.152.100.46 202.152.100.47
202.152.100.48 202.152.100.49 202.152.100.50 202.152.100.51
202.152.100.52 202.152.100.53 202.152.100.54 202.152.100.55
202.152.100.56 202.152.100.57 202.152.100.58 202.152.100.59
202.152.100.60 202.152.100.61 202.152.100.62 202.152.100.63
202.152.100.64 202.152.100.65 202.152.100.66 202.152.100.67
202.152.100.68 202.152.100.69 202.152.100.70 202.152.100.71
202.152.100.72 202.152.100.73 202.152.100.74 202.152.100.75
202.152.100.76 202.152.100.77 202.152.100.78 202.152.100.79
202.152.100.80 202.152.100.81 202.152.100.82 202.152.100.83
202.152.100.84 202.152.100.85 202.152.100.86 202.152.100.87
202.152.100.88 202.152.100.89 202.152.100.90 202.152.100.91
202.152.100.92 202.152.100.93 202.152.100.94 202.152.100.95
202.152.100.96 202.152.100.97 202.152.100.98 202.152.100.99
202.152.100.100 202.152.100.101 202.152.100.102 202.152.100.103
202.152.100.104 202.152.100.105 202.152.100.106 202.152.100.107
202.152.100.108 202.152.100.109 202.152.100.110 202.152.100.111
202.152.100.112 202.152.100.113 202.152.100.114 202.152.100.115
202.152.100.116 202.152.100.117 202.152.100.118 202.152.100.119
202.152.100.120 202.152.100.121 202.152.100.122 202.152.100.123
202.152.100.124 202.152.100.125 202.152.100.126 202.152.100.127
202.152.100.128 202.152.100.129 202.152.100.130 202.152.100.131
202.152.100.132 202.152.100.133 202.152.100.134 202.152.100.135
202.152.100.136 202.152.100.137 202.152.100.138 202.152.100.139
202.152.100.140 202.152.100.141 202.152.100.142 202.152.100.143
202.152.100.144 202.152.100.145 202.152.100.146 202.152.100.147
202.152.100.148 202.152.100.149 202.152.100.150 202.152.100.151
202.152.100.152 202.152.100.153 202.152.100.154 202.152.100.155
202.152.100.156 202.152.100.157 202.152.100.158 202.152.100.159
202.152.100.160 202.152.100.161 202.152.100.162 202.152.100.163
202.152.100.164 202.152.100.165 202.152.100.166 202.152.100.167
202.152.100.168 202.152.100.169 202.152.100.170 202.152.100.171
202.152.100.172 202.152.100.173 202.152.100.174 202.152.100.175
202.152.100.176 202.152.100.177 202.152.100.178 202.152.100.179
202.152.100.180 202.152.100.181 202.152.100.182 202.152.100.183
202.152.100.184 202.152.100.185 202.152.100.186 202.152.100.187
202.152.100.188 202.152.100.189 202.152.100.190 202.152.100.191
202.152.100.192 202.152.100.193 202.152.100.194 202.152.100.195
202.152.100.196 202.152.100.197 202.152.100.198 202.152.100.199
202.152.100.200 202.152.100.201 202.152.100.202 202.152.100.203
202.152.100.204 202.152.100.205 202.152.100.206 202.152.100.207
202.152.100.208 202.152.100.209 202.152.100.210 202.152.100.211
202.152.100.212 202.152.100.213 202.152.100.214 202.152.100.215
202.152.100.216 202.152.100.217 202.152.100.218 202.152.100.219
202.152.100.220 202.152.100.221 202.152.100.222 202.152.100.223
202.152.100.224 202.152.100.225 202.152.100.226 202.152.100.227
202.152.100.228 202.152.100.229 202.152.100.230 202.152.100.231
202.152.100.232 202.152.100.233 202.152.100.234 202.152.100.235
202.152.100.236 202.152.100.237 202.152.100.238 202.152.100.239
202.152.100.240 202.152.100.241 202.152.100.242 202.152.100.243
202.152.100.244 202.152.100.245 202.152.100.246 202.152.100.247
202.152.100.248 202.152.100.249 202.152.100.250 202.152.100.251
202.152.100.252 202.152.100.253 202.152.100.254 202.152.100.255
kemudian masukan gateway nya ke arah proxy :
/route add gateway=202.152.100.17
atur route di proxy agar mengizinkan network end mikrotik dapat lewat :
route add -net 202.152.100.20/30 gateway 202.152.100.18
selesai urusan ip address...
6. dapat di uji coba client
menggunakan ip address :
202.152.100.22
netmask 255.255.255.252
gateway 202.152.100.21
karena menggunakan subnetting selain ip address 22 tidak akan dapat melewati router mikrotik yang di buat
7. iptables di proxy
semua traffic harus di paksa lewat proxy server yang kita buat dengan perintah :
Code:
iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp -s 202.152.100.0/24 -i eth2 -d \! 202.152.100.0/24 --dport 80 -j REDIRECT --to 8080
9. DNS SERVER
jalankan dns server yang telah ada secara defaul di slackware dengan perintah :
root@proxy:~# named -d1
tinggal masukin di /etc/resolv.conf
nameserver 127.0.0.1
dan seluruh client pake dns ip 202.152.100.17
TANPA NAT/MASQUERADE .................. ip public terdistribusi ke client
Program Yang Dibutuhkan adalah
Mikrotik + Squid box
topologi jaringan adalah sebagai berikut :
inet -- cisco --hub -- Squid (slackware) -- mikrotik (bw managr) -- client
......................|
......................|
......................|-- server lain nya
IP ADDRESS SESUAIKAN DENGAN YANG DI MILIKI
blok ip yang di dapat adalah : 202.152.100.0/24
syarat dasar pemahaman :
1. ip subnetting
2. perintah dasar linux
3. perintah dasar mikrotik
Langkah2...
1. Liat ip address cisco nya (asumsi menggunakan FO)
ip address cisco s0/0 202.152.30.1
netmask 255.255.255.252
gateway 202.152.30.2
(biasanya di dapat dari ISP yang di atas isp kita)
2. Memecah blok ip address yang kita dapat :
sebelum blok ip address yang kita miliki kita gunakan ada baik nya di pecah dulu. pada contoh berikut akan saya berikan untuk di bagi menjadi 2. BLOK IP SERVER dan blok ip CLIENT.
BLOK IP SERVER2 :
network : 202.152.100.0/28
ip yang dapat di gunakan :202.152.100.1 - 202.152.100.14
broadcast : 202.152.100.15
BLOK IP CLIENT :
selain yang di atas adalah ip yang dapat di gunakan untuk client.
3. SET IP ETHERNET CISCO
set ip cisco ethernet0/0
ip address : 202.152.100.1
netmask 255.255.255.240
4. setting Proxy server + TUNE UP :
Linux yang di gunakan adalah SLACKWARE 9 dapat di download di :
http://mirror.vip.net.id/pub/slackware/
yang di gunakan adalah :
komputer P4
HARD DISK 40 G seagate baracuda 7200 rpm 3 keping dengan RAM 2 G
keping hardisk pertama di mount ke /
keping hardisk ke 2 di mount ke /cache1
keping hard disk ke 3 di mount ke /cache2
setelah di install isikan ip address berikut :
interface eth0
ip address : 202.152.100.2
netmask 255.255.255.240
gateway 202.152.100.1
Interface eth1
ip address : 202.152.100.17
netmask 255.255.255.252
setelah itu ...
buka file : type.h
root@proxy:~# vi /usr/include/bits/types.h
edit bagian ini :
#define __FD_SETSIZE 1024
jadi seperti ini
#define __FD_SETSIZE 8192
==> kemudian keluar dari VI EDITOR
kemudian ketik perintah ini :
root@proxy:~# ulimit -HSn 8192
kemudian download squid 2.5.STABLE9 dari sini :
wget http://202.154.183.7/squid-2.5.STABLE9.tar.gz
simpan di direktori /usr/local/src
ekstrak dengan perintah :
tar -zxvf squid-2.5.STABLE9.tar.gz
masuk kedirektori squid
ketik perintah berikut ini :
./configure \
--prefix=/opt/squid \
--exec-prefix=/opt/squid \
--enable-gnuregex \
--enable-async-io=30 \
--with-aufs-threads=30 \
--with-pthreads \
--with-aio \
--with-dl \
--enable-storeio=aufs \
--enable-removal-policies=heap \
--enable-icmp \
--disable-wccp \
--enable-snmp \
--enable-cache-digests \
--enable-default-err-languages=English \
--enable-err-languages=English \
--enable-linux-netfilter \
--disable-ident-lookups \
--disable-hostname-checks \
--enable-underscores
karena udah ada mikrotik untuk bw management tidak di perlukan lagi delay pool. Konfigurasi ini adalah untuk komputer dengan spek seperti berikut :
HARDISK 3 keping 40 G seagate baracuda 7200 rpm, RAM 2 G
2 keping hard disk untuk cache, 1 keping untuk system. apabila menggunakan hard disk scsi --enable-async-io=30 --with-aufs-threads=30 bisa di naekkan jadi 32.
==> selesai install squid. semua file squid akan terletak di direktori /opt/squid
setelah itu gunakan squid.conf di bawah ini :
Code:
http_port 8080
acl youtube dstdomain .youtube.com
no_cache allow youtube
hierarchy_stoplist cgi-bin ? localhost .js .jsp .friendster.com
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \? localhost .friendster.com
no_cache deny QUERY
cache_replacement_policy heap LFUDA
memory_replacement_policy heap GDSF
cache_mem 6 MB
cache_dir aufs /cache1 8000 13 256
cache_dir aufs /cache2 8000 13 256
cache_swap_low 98
cache_swap_high 99
cache_access_log /cache1/access.log
cache_log /dev/null
cache_store_log none
mime_table /opt/squid/etc/mime.conf
pid_filename /var/run/squid.pid
client_netmask 255.255.255.0
refresh_pattern ^ftp: 10080 95% 241920 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern . 180 95% 120960 reload-into-ims override-lastmod
redirect_rewrites_host_header off
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localnet src 202.152.100.0/255.255.255.0
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl SSL_ports port 443 8443 563 777
acl Safe_ports port 25 80 81 110 443 563 6667 7000 777 210 119 70 21 1025-65535
acl Safe_ports port 280 6668 6669
acl Safe_ports port 488
acl Safe_ports port 591
acl Safe_ports port 777
acl lewat dst_as 4622 4761 4787 4795 4796 4855 4800 7587 7597 7713 9326 9340 9448 9657 9791 9794 9875 9905 9228 9251 10114 10137 10208 10217 17440 17450 17451 17538 17658 17671 17670 17725 17727 17769 4832 4833 17817 17884 17907 17910 17922 17800 10220 17974 17826 17885 18052 18056 18059 7632 4821 18103 17996 18004 18153 18156 18189 18237 18251 18347 3583 3382 4382 4434 18364 18365 18379 9341 9785 18393 17995 23651 23666 23671 23679 23691 23756 23945 24052 24057 24194
always_direct allow lewat
always_direct deny all
#header_access Accept-Encoding deny all
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow localnet
http_access allow localhost
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access deny CONNECT
httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on
http_access deny all
maximum_object_size 128 MB
maximum_object_size_in_memory 8 KB
ipcache_size 4096
ipcache_low 98
ipcache_high 99
quick_abort_min 0
quick_abort_max 0
quick_abort_pct 75
fqdncache_size 4096
shutdown_lifetime 10 seconds
cache_mgr hendraarif@yahoo.com
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
memory_pools off
buffered_logs off
log_icp_queries off
logfile_rotate 1
log_fqdn off
forwarded_for off
icp_hit_stale on
query_icmp on
reload_into_ims on
emulate_httpd_log off
negative_ttl 2 minutes
pipeline_prefetch on
vary_ignore_expire on
half_closed_clients off
high_page_fault_warning 2
visible_hostname proxy@dodol.org
nonhierarchical_direct on
prefer_direct off
perhatikan ip address yang di izinkan. sesuaikan dengan ip yang di gunakan.
perhatikan juga penggunaan cache direktori. maksimal untuk 1 keping adalah 18 Giga.
setelah itu tambahkan user squid di linux :
root@proxy:~# useradd squid
tambahkan juga group squid
root@proxy:~# groupadd squid
bentuk direktori cache di squid :
root@proxy:~# /opt/squid/sbin/squid -z
ketik perintah ini sekali lagi :
root@proxy:~# ulimit -HSn 8192
kemudian jalankan squid dengan perintah :
root@proxy:~# /opt/squid/sbin/squid -DY &
================================================== ==============
okeee.. kita lanjut :
5. Setting mikrotik :
masukin ip address ether 1 :
/ip address add address=202.152.100.18/30 interface=ether1
karena seluruh ip yang di gunakan adalah ip public maka perlu subnetting di pisah-pisah :
masukin ip address untuk pasangan ip client :
misalkan ip client adalah 202.152.100.22 maka yang di masukkan di mikrotik ethr2 adalah 202.152.100.21/30
demikian pula untuk pasangan ip client2 yang lain.
/ip address add address=202.152.100.21/30 interface=ether2
untuk lebih jelasnya dapat di liat pada tablel berikut :
Code:
network first avail last avail broadcast
202.152.100.20 202.152.100.21 202.152.100.22 202.152.100.23
202.152.100.24 202.152.100.25 202.152.100.26 202.152.100.27
202.152.100.28 202.152.100.29 202.152.100.30 202.152.100.31
202.152.100.32 202.152.100.33 202.152.100.34 202.152.100.35
202.152.100.36 202.152.100.37 202.152.100.38 202.152.100.39
202.152.100.40 202.152.100.41 202.152.100.42 202.152.100.43
202.152.100.44 202.152.100.45 202.152.100.46 202.152.100.47
202.152.100.48 202.152.100.49 202.152.100.50 202.152.100.51
202.152.100.52 202.152.100.53 202.152.100.54 202.152.100.55
202.152.100.56 202.152.100.57 202.152.100.58 202.152.100.59
202.152.100.60 202.152.100.61 202.152.100.62 202.152.100.63
202.152.100.64 202.152.100.65 202.152.100.66 202.152.100.67
202.152.100.68 202.152.100.69 202.152.100.70 202.152.100.71
202.152.100.72 202.152.100.73 202.152.100.74 202.152.100.75
202.152.100.76 202.152.100.77 202.152.100.78 202.152.100.79
202.152.100.80 202.152.100.81 202.152.100.82 202.152.100.83
202.152.100.84 202.152.100.85 202.152.100.86 202.152.100.87
202.152.100.88 202.152.100.89 202.152.100.90 202.152.100.91
202.152.100.92 202.152.100.93 202.152.100.94 202.152.100.95
202.152.100.96 202.152.100.97 202.152.100.98 202.152.100.99
202.152.100.100 202.152.100.101 202.152.100.102 202.152.100.103
202.152.100.104 202.152.100.105 202.152.100.106 202.152.100.107
202.152.100.108 202.152.100.109 202.152.100.110 202.152.100.111
202.152.100.112 202.152.100.113 202.152.100.114 202.152.100.115
202.152.100.116 202.152.100.117 202.152.100.118 202.152.100.119
202.152.100.120 202.152.100.121 202.152.100.122 202.152.100.123
202.152.100.124 202.152.100.125 202.152.100.126 202.152.100.127
202.152.100.128 202.152.100.129 202.152.100.130 202.152.100.131
202.152.100.132 202.152.100.133 202.152.100.134 202.152.100.135
202.152.100.136 202.152.100.137 202.152.100.138 202.152.100.139
202.152.100.140 202.152.100.141 202.152.100.142 202.152.100.143
202.152.100.144 202.152.100.145 202.152.100.146 202.152.100.147
202.152.100.148 202.152.100.149 202.152.100.150 202.152.100.151
202.152.100.152 202.152.100.153 202.152.100.154 202.152.100.155
202.152.100.156 202.152.100.157 202.152.100.158 202.152.100.159
202.152.100.160 202.152.100.161 202.152.100.162 202.152.100.163
202.152.100.164 202.152.100.165 202.152.100.166 202.152.100.167
202.152.100.168 202.152.100.169 202.152.100.170 202.152.100.171
202.152.100.172 202.152.100.173 202.152.100.174 202.152.100.175
202.152.100.176 202.152.100.177 202.152.100.178 202.152.100.179
202.152.100.180 202.152.100.181 202.152.100.182 202.152.100.183
202.152.100.184 202.152.100.185 202.152.100.186 202.152.100.187
202.152.100.188 202.152.100.189 202.152.100.190 202.152.100.191
202.152.100.192 202.152.100.193 202.152.100.194 202.152.100.195
202.152.100.196 202.152.100.197 202.152.100.198 202.152.100.199
202.152.100.200 202.152.100.201 202.152.100.202 202.152.100.203
202.152.100.204 202.152.100.205 202.152.100.206 202.152.100.207
202.152.100.208 202.152.100.209 202.152.100.210 202.152.100.211
202.152.100.212 202.152.100.213 202.152.100.214 202.152.100.215
202.152.100.216 202.152.100.217 202.152.100.218 202.152.100.219
202.152.100.220 202.152.100.221 202.152.100.222 202.152.100.223
202.152.100.224 202.152.100.225 202.152.100.226 202.152.100.227
202.152.100.228 202.152.100.229 202.152.100.230 202.152.100.231
202.152.100.232 202.152.100.233 202.152.100.234 202.152.100.235
202.152.100.236 202.152.100.237 202.152.100.238 202.152.100.239
202.152.100.240 202.152.100.241 202.152.100.242 202.152.100.243
202.152.100.244 202.152.100.245 202.152.100.246 202.152.100.247
202.152.100.248 202.152.100.249 202.152.100.250 202.152.100.251
202.152.100.252 202.152.100.253 202.152.100.254 202.152.100.255
kemudian masukan gateway nya ke arah proxy :
/route add gateway=202.152.100.17
atur route di proxy agar mengizinkan network end mikrotik dapat lewat :
route add -net 202.152.100.20/30 gateway 202.152.100.18
selesai urusan ip address...
6. dapat di uji coba client
menggunakan ip address :
202.152.100.22
netmask 255.255.255.252
gateway 202.152.100.21
karena menggunakan subnetting selain ip address 22 tidak akan dapat melewati router mikrotik yang di buat
7. iptables di proxy
semua traffic harus di paksa lewat proxy server yang kita buat dengan perintah :
Code:
iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp -s 202.152.100.0/24 -i eth2 -d \! 202.152.100.0/24 --dport 80 -j REDIRECT --to 8080
9. DNS SERVER
jalankan dns server yang telah ada secara defaul di slackware dengan perintah :
root@proxy:~# named -d1
tinggal masukin di /etc/resolv.conf
nameserver 127.0.0.1
dan seluruh client pake dns ip 202.152.100.17
TANPA NAT/MASQUERADE .................. ip public terdistribusi ke client
Firewall di Mikrotik
Mikrotik untuk Filter Firewall
add chain=input protocol=tcp src-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=396 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=445 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=513 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=525 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=545 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=568 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=569 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=396 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=445 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=513 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=525 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=545 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=568 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=569 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=135-139 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=396 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=445 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=513 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=525 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=545 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=568 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=569 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=135-139 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=396 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=445 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=513 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=525 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=545 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=568 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=569 action=drop
add chain=forward src-address=192.168.145.136/30 action=accept comment=charles
firewall mangle
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-packet new-packet-mark=P2P_Packet passthrough=yes
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-connection new-connection-mark=P2P_Conect passthrough=yes
queue simple
add name="charles" target-addresses=192.169.80.1/29 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none direction=both priority=5 queue=ethernet-default/ethernet-default limit-at=409000/409000 max-limit=512000/512000 total-queue=default
Queue tree
add name="QoS_P2P" parent=global-total packet-mark=P2P_Packet limit-at=1000000 queue=ethernet-default priority=5 max-limit=1000000 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
add name="P2P_Conect" parent=QoS_P2P packet-mark=P2P_Packet limit-at=0 queue=ethernet-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
add chain=input protocol=tcp src-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=396 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=445 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=513 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=525 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=545 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=568 action=drop
add chain=input protocol=tcp src-port=569 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=396 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=445 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=513 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=525 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=545 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=568 action=drop
add chain=input protocol=tcp dst-port=569 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=135-139 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=396 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=445 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=513 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=525 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=545 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=568 action=drop
add chain=input protocol=udp src-port=569 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1025 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=12754-13159 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=135-139 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1366 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1381 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1416 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1434 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=1512 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=201-209 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=3031 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=396 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=445 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=513 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=525 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=545 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=568 action=drop
add chain=input protocol=udp dst-port=569 action=drop
add chain=forward src-address=192.168.145.136/30 action=accept comment=charles
firewall mangle
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-packet new-packet-mark=P2P_Packet passthrough=yes
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-connection new-connection-mark=P2P_Conect passthrough=yes
queue simple
add name="charles" target-addresses=192.169.80.1/29 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none direction=both priority=5 queue=ethernet-default/ethernet-default limit-at=409000/409000 max-limit=512000/512000 total-queue=default
Queue tree
add name="QoS_P2P" parent=global-total packet-mark=P2P_Packet limit-at=1000000 queue=ethernet-default priority=5 max-limit=1000000 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
add name="P2P_Conect" parent=QoS_P2P packet-mark=P2P_Packet limit-at=0 queue=ethernet-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
Istilah dalam Mikrotik
arti dari paket2 Mikrotik
Istilah-istilah dalam mikrotik ini mungkin kita mendengar tapi tidak mengetahui apa itu PPP, GPS, dan masih banyak lagi. Istilah Dalam Mikrotik antara lain :
• System : Packet yang wajib diinstall karena merupakan inti dari system mikrotik.
• PPP : Untuk membuat Point to Point Protocol Server
• dhcp : Packet yang dibutuhkan apabila ingin membuat dhcp-server atau untuk mendapatkan dynamic ip address.
• Advanced tool : Tools tambahan seperti ip-scan, bandwidth test dan lainnya.
• arlan : Packet untuk konfigurasi chipset wireless aironet arlan
• gps : Packet untuk support GPS Device
• hotspot : Packet untuk membuat hotspot gateway, seperti authentication , traffic quota dan SSL
• hotspot –fix : Tambahan packet hotspot
• isdn : Packet untuk isdn server dan isdn client membutuhkan packet PPP
• lcd : Packet untuk customize port lcd
• ntp : Packet untuk ntp server dan ntp client
• radiolan : Driver for legacy RadioLAN cards.
• Routerboard : Routerboard spesifikasi BIOS
• Routing : Packet untuk routing OSPF, BGP dan static
• Routing-test : Packet tambahan ( optional )
• security : Packet untuk mendukung ssh dan ip sec.
• synchronous : Untuk synchronous dengan device lain
• telephony : Packet for VOIP ( H.323 )
• ups : packet for ups monitor seperti alarm
• user-manager : Packet tool user manager untuk radius server
• web-proxy : packet untuk setting proxy server
• web-proxy test : optional
• wireless : Packet untuk dukung cisco aironet cards
Istilah-istilah dalam mikrotik ini mungkin kita mendengar tapi tidak mengetahui apa itu PPP, GPS, dan masih banyak lagi. Istilah Dalam Mikrotik antara lain :
• System : Packet yang wajib diinstall karena merupakan inti dari system mikrotik.
• PPP : Untuk membuat Point to Point Protocol Server
• dhcp : Packet yang dibutuhkan apabila ingin membuat dhcp-server atau untuk mendapatkan dynamic ip address.
• Advanced tool : Tools tambahan seperti ip-scan, bandwidth test dan lainnya.
• arlan : Packet untuk konfigurasi chipset wireless aironet arlan
• gps : Packet untuk support GPS Device
• hotspot : Packet untuk membuat hotspot gateway, seperti authentication , traffic quota dan SSL
• hotspot –fix : Tambahan packet hotspot
• isdn : Packet untuk isdn server dan isdn client membutuhkan packet PPP
• lcd : Packet untuk customize port lcd
• ntp : Packet untuk ntp server dan ntp client
• radiolan : Driver for legacy RadioLAN cards.
• Routerboard : Routerboard spesifikasi BIOS
• Routing : Packet untuk routing OSPF, BGP dan static
• Routing-test : Packet tambahan ( optional )
• security : Packet untuk mendukung ssh dan ip sec.
• synchronous : Untuk synchronous dengan device lain
• telephony : Packet for VOIP ( H.323 )
• ups : packet for ups monitor seperti alarm
• user-manager : Packet tool user manager untuk radius server
• web-proxy : packet untuk setting proxy server
• web-proxy test : optional
• wireless : Packet untuk dukung cisco aironet cards
Kamis, 09 Juli 2009
Jomla untuk Web Disain
Bagaimana cara install Joomla.
1. Anda install paket apache Friends yaitu XAMPP yang di dapat di click here download
untuk paket windows, untuk pake Linux click here to download download
2. Kemudian apa bila anda sudah menginstall XAMPP,anda nyalahkan semua service nya baik
itu apache ftpzila,mysql .(untuk menginstall nya ikuti step-step nya)
3. Kemudian anda download file paket Joomla nya disini download
4. Setelah anda mendownload paket Joomla nya ada extract file paket nya tersebut ke suatu
folder,cth : Joomla, kemudian folder Joomla tersebut anda copy kan (untuk windows) ke
c:/program files/xampp/htdocs/
Untuk Linux anda buat folder baru cth: Joomla kemudian extract paket joomla anda di
/var/www/Joomla (folder yang anda buat tadi),kemudian rubah file kepemilikan nya dengan cara :
root@linuxku:/home/nisa# cd /var/www/
root@linuxku:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
d -exec chmod 755 {} \;
root@:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
f -exec chmod 644 {} \;
root@linuxku:/var/www# chown -R www-data:wwwdata
Joomla/
5. Kemudian anda buka browser anda baik itu mozilla atau IE,ketik
http://localhost:80/Joomla(sesuai folder yang anda buat tadi).Jangan lupa service apache
dan mysql nya di jalankan.
6. Maka akan tampil :
Tekan Tombol Next, maka tampil License dari Joomla:
Klik Tombol Next Lagi, maka akan tampil :
isi Hostname : localhost
isi My Sql User Name : root
password kosongkan
isi My SQL Database Name terserah anda mau buat apa, Kemudian klik tombol Next.
maka akan tampil sebagai berikut :
isikan nama situs yang ingin anda buat cth :situsku, kemudian klik tombol Next, maka akan tampil sebagai berikut :
isikan alamat email anda,dan ganti lah password nya,yang lain biarkan dalam keadaan default.
Kemudian klik tombol Next Kembali, maka akan tampil sebagai berikut :
Tanda ini berarti mengisyaratkan bahwa Joomla anda telah selesai di install,kemudian pada folder c:/program files/XAMPP/Htdocs/Joomla (folder yang anda buat) hapus, folder installation, kemudian anda buka lagi browser nya maka jalankan atau ketik http://localhost:80/Joomla, jika anda ingin meng customize situs anda maka anda tinggal pilih administrator :masukan user name :admin dan password yang telah anda isi tadi pada saat instalasi Joomla. Dan Jika anda ingin meng upload Joomla anda ke internet anda dapat menggunakan fantatisco atau ftp apa saja tergantung tempat hosting anda menyediakan nya apa. Jika anda ingin membuat situs gratis joomla anda dapat mengunjungi www.freehostia.com, utuk panduan installasi di freehostia dilain waktu aja ya,capek mau pulang dulu. Selamat mencoba dan berkarya.
1. Anda install paket apache Friends yaitu XAMPP yang di dapat di click here download
untuk paket windows, untuk pake Linux click here to download download
2. Kemudian apa bila anda sudah menginstall XAMPP,anda nyalahkan semua service nya baik
itu apache ftpzila,mysql .(untuk menginstall nya ikuti step-step nya)
3. Kemudian anda download file paket Joomla nya disini download
4. Setelah anda mendownload paket Joomla nya ada extract file paket nya tersebut ke suatu
folder,cth : Joomla, kemudian folder Joomla tersebut anda copy kan (untuk windows) ke
c:/program files/xampp/htdocs/
Untuk Linux anda buat folder baru cth: Joomla kemudian extract paket joomla anda di
/var/www/Joomla (folder yang anda buat tadi),kemudian rubah file kepemilikan nya dengan cara :
root@linuxku:/home/nisa# cd /var/www/
root@linuxku:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
d -exec chmod 755 {} \;
root@:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
f -exec chmod 644 {} \;
root@linuxku:/var/www# chown -R www-data:wwwdata
Joomla/
5. Kemudian anda buka browser anda baik itu mozilla atau IE,ketik
http://localhost:80/Joomla(sesuai folder yang anda buat tadi).Jangan lupa service apache
dan mysql nya di jalankan.
6. Maka akan tampil :
Tekan Tombol Next, maka tampil License dari Joomla:
Klik Tombol Next Lagi, maka akan tampil :
isi Hostname : localhost
isi My Sql User Name : root
password kosongkan
isi My SQL Database Name terserah anda mau buat apa, Kemudian klik tombol Next.
maka akan tampil sebagai berikut :
isikan nama situs yang ingin anda buat cth :situsku, kemudian klik tombol Next, maka akan tampil sebagai berikut :
isikan alamat email anda,dan ganti lah password nya,yang lain biarkan dalam keadaan default.
Kemudian klik tombol Next Kembali, maka akan tampil sebagai berikut :
Tanda ini berarti mengisyaratkan bahwa Joomla anda telah selesai di install,kemudian pada folder c:/program files/XAMPP/Htdocs/Joomla (folder yang anda buat) hapus, folder installation, kemudian anda buka lagi browser nya maka jalankan atau ketik http://localhost:80/Joomla, jika anda ingin meng customize situs anda maka anda tinggal pilih administrator :masukan user name :admin dan password yang telah anda isi tadi pada saat instalasi Joomla. Dan Jika anda ingin meng upload Joomla anda ke internet anda dapat menggunakan fantatisco atau ftp apa saja tergantung tempat hosting anda menyediakan nya apa. Jika anda ingin membuat situs gratis joomla anda dapat mengunjungi www.freehostia.com, utuk panduan installasi di freehostia dilain waktu aja ya,capek mau pulang dulu. Selamat mencoba dan berkarya.
Rabu, 08 Juli 2009
Instal Windows XP
Cara Instal Windows XP
Terdapat banyak cara untuk memasang Windows XP pada stesen kerja. Jika anda memasang dengan memformat cakera keras, kemudian boot komputer melalui CD-ROM, cara ini dipanggil sebagai clean install. Anda perlu menjalankan clean install jika:
» Komputer anda menggunakan Windows 3.0, Windows 3.11, Windows 95 dan Windows 3.51
» Komputer anda tidak menggunakan produk dari Microsoft
» Komputer anda masih belum mempunyai sistem operasi
Mari saya mulakan dengan menjalankan instalasi Windows XP dari CD. Saya akan mengganggap komputer anda belum mempunyai apa-apa sistem operasi di dalamnya.
1. Hidupkan PC anda dan masukkan CD-ROM Windows XP Professional ke dalam piring. Anda perlulah terlebih dahulu mengaturkan supaya sistem anda dapat boot melalui CD-ROM.
2. Selepas komputer selesai menjalankan POST, rutin setup untuk Windows XP akan bermula. Lihat gambarajah di bawah berikut:
Awalan program menunjukkan proses penyalinan fail-fail yang diperlukan oleh Windows XP. Semasa proses ini dijalankan, program setup akan memuatkan Windows XP (versi minima) sebelum dapat memulakan program setup. Secara spesifik, saat ini Windows akan memuatkan pemacu (driver) bagi kegunaan perkakasan yang tertentu.
3. Sebaik sahaja program setup selesai memuatkan kesemua fail-fail pemacu yang diperlukan, anda kan dapat melihat senarai jadual partition bagi sistem anda. Lihat gambarajah di bawah:
Gambarajah di atas menunjukkan sistem anda masih belum mempunyai partition. Untuk mencipta partition, anda boleh menggunakan utiliti ini. NOTA: Jika sistem anda sudah mempunyai partition, anda boleh membuang partition tersebut dan menggantikan dengan partition yang baru.
Untuk membuang partition, tekan butang D. Untuk mencipta partition, tekan butang C.
4. Apabila anda memilih untuk mencipta partition baru, anda akan di bawa ke paparan berikut.
Gambarajah di atas menunjukkan paparan Partition. Anda diberi pilihan untuk meletakkan saiz partition yang ingin diciptakan. Jika anda tidak memahami maksud partition, saya mencadangkan anda menggunakan keseluruhan saiz partition secara maksima, tekan butang Enter untuk ke peringkat seterusnya. NOTA: Perlu diingat Windows XP memerlukan saiz cakera keras sekurang-kurangnya 1.5GB.
5. Kemudian, anda akan ditanya bentuk format bagi partition baru anda. Terdapat beberapa pilihan format iaitu NTFS (Quick), FAT (Quick), NTFS, dan FAT. Pilih jenis format yang dikehendaki dan tekan butang Enter untuk ke peringkat seterusnya.
6. Setelah anda memilih jenis format, program setup akan memulakan proses format pada partition yang diciptakan. Bergantung kepada saiz partition dan jenis sistem fail yang dipilih, proses ini akan mengambil masa antara 1 hingga 10 minit untuk selesai.
Gambarajah di atas menunjukkan proses memformat partition.
7. Kemudian Windows XP akan memulakan proses menyalin fail-fail sumber Windows XP dari CD ke dalam partition baru. Proses ini akan mengambil beberapa minit.
Gambarajah proses menyalin fail-fail Windows ke dalam cakera keras.
8. Setelah selesai menyalin fail-fail Windows, sistem akan reboot. Setelah komputer anda selesai reboot, program setup akan bertukar ke mod GUI, saat ini sistem akan mengenalpasti dan memasang perkakasan yang terdapat di dalam PC anda. Pada proses ini juga akan menyebabkan skrin anda berkedip-kedip untuk beberapa kali kerana sistem cuba untuk mengenalpasti jenis kad video yang sedang digunakan.
9. Semasa dalam mod GUI, anda akan ditanya untuk memeriksa setting Regional dan Language. Anda juga perlu memasukkan Product Key bagi Windows XP. Nombor Product Key ini boleh didapati di label CD Windows XP.
10. Klik butang Next. Pada paparan berikutnya, masukkan nama komputer dan kata laluan Administrator. Klik butang Next, dan pada paparan seterusnya, pilih Time Zone bagi kawasan anda.
11. Pada langkah berikutnya, anda akan menetapkan konfigurasi pada Network Settings, terdapat dua pilihan diberikan: Typical dan Custom. Jika anda memilih Typical settings, sistem anda akan dipasangkan dengan komponen-komponen berikut:
- Client for Microsoft Networks
- QoS Packet Scheduler
- File and Print Sharing for Microsoft Networks
- TCP/IP, configured for DHCP
Jika anda memilih Custom settings, anda akan diberi peluang untuk menambah dan menetapkan konfigurasi network secara manual. Anda tidak perlu risau tentang ini, jika anda melakukan kesilapan pada konfigurasi, anda masih boleh mengubahnya kemudian.
Gambarajah di atas menunjukkan konfigurasi Network Settings.
12. Berikutnya, anda perlu menetapkan jenis network yang ingin disertai, sama ada Workgroup atau Domain. Jika anda memilih untuk menyertai Domain, anda akan ditanya untuk memasukkan maklumat username serta kata laluan bagi mengesahkan identiti anda. Kemudian klik butang Next.
Gambarajah di atas menunjukkan paparan untuk memilih Workgroup atau Domain.
13. Sekarang anda bolehlah membiarkan sistem anda menyalinkan fail-fail yang diperlukan. Semasa proses penyalinan ini, sistem anda akan memasang program-program ke dalam Start Menu, mendaftarkan komponen Windows dan membuang fail-fail sementara dari Temporary folder.
14. Apabila proses setup hampir siap, sistem anda akan melakukan kemaskini dan reboot. Jika semuanya berada dalam keadaan baik, sistem anda terus akan memuatkan Windows XP Professional dan anda bolehlah menggunakan sistem operasi baru anda. Lakukan pemasangan perisian-perisian pihak ketiga seperti program utiliti, perisian pejabat, aplikasi internet sebaik sahaja anda berjaya memasuki desktop Windows XP.
« ih.
Instal Ulang Windows XP Tanpa Aktivasi
Menyiasati pengguna Windows XP untuk melakukan aktivasi Windows ke situs Microsoft dalam waktu 30 hari
Perbedaan mencolok yang paling dirasakan pengguna yang baru bermigrasi ke Windows XP adalah ditambahkannya Windows Product Activation atau WPA. Program ini akan memaksa penggunanya untuk melakukan aktivasi Windows ke situs Microsoft dalam waktu 30 hari.
Jika dalam waktu yang telah ditentukan Anda sebagai pengguna belum juga melakukan aktivasi, Windows Anda akan terkunci dan baru dapat digunakan kembali setelah Anda mengaktifkannya.
Aturan yang sama juga mulai diterapkan pada berbagai software baru yang beredar belakangan ini. Kita ambil contoh produk anti virus dari Symantec, Norton AntiVirus 2004. Peranti lunak ini juga telah menerapkan aktivasi sebelum Anda bisa menggunakannya secara penuh. Pilihan aktivasi yang umum diberikan adalah melalui Internet atau melalui telepon.
Melihat tren aktivasi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, untuk apa sebenarnya aktivasi software? Ide dibelakang pembuatan aktivasi ini adalah untuk mengurangi pembajakan software. Dengan adanya aktivasi, pengembang software dapat memastikan bahwa produk yang digunakan user sesuai dengan lisensi yang dibelinya. Misalkan seorang pengguna memiliki lisensi Windows XP untuk satu user, pengguna tersebut kemudian mengaktifkan Windows-nya. Jika ia memiliki komputer lain dan ingin menginstal Windows yang sama tanpa membeli lisensi tambahan, maka Windows pada komputer yang kedua tidak akan bisa digunakan lebih dari 30 hari. Penyebabnya, Windows tidak dapat diaktivasi karena masalah lisensi.
Meskipun penerapan Product Activation ini dijadikan solusi bagi para pengembang program, namun cara ini bisa menjadi batu sandungan bagi pemilik lisensi resmi. Mengapa? Karena, jika pemilik komputer tersebut melakukan instal ulang sistem operasi setelah melakukan aktivasi, ia tidak dapat lagi mengaktifkan Windows untuk keduakalinya. Tapi, jangan marah dan kecewa dulu dengan masalah tersebut. PCplus punya solusinya! Ikuti langkah berikut sebelum Anda menginstal ulang Windows.
1. Klik [Start]>[All Programs]>[Accessories]>[Windows Explorer].
2. Buatlah sebuah folder baru, misalnya dengan nama backup pada drive D.
3. Masuklah ke folder C:WINDOWSsystem32. Jika Anda menginstal Windows pada drive lain, Anda dapat menyesuaikannya dengan drive yang Anda gunakan.
4. Pada bagian kanan window akan muncul sebuah informasi yang menyatakan bahwa file yang ada pada folder tersebut pada kondisi hidden. Klik hyperlink [Show the contents of this folder] untuk menampilkan isi dari folder system32.
5. Setelah folder system32 terbuka, carilah file bernama wpa.dbl.
6. Copy file wpa.dbl tersebut ke folder yang sebelumnya telah Anda buat (D: ackup),
Jika Anda telah melakukan langkah-langkah di atas, sekaranglah saatnya Anda menginstal ulang Windows XP. Anda dapat memformat harddisk dan melakukan “Fresh Install� dengan aman. Setelah Windows baru terinstal di komputer Anda:
1. Restart komputer dan tekan tombol [F8] pada keyboard sesaat sebelum komputer masuk ke sistem operasi Windows.
2. Pilih [Safe Mode] untuk masuk ke mode “aman�.
3. Pada Safe mode, jalankan kembali Windows Explorer.
4. Masuklah ke folder di mana Anda menyimpan file backup wpa.dbl, kemudian copy-kan kembali file tersebut ke folder C:WINDOWSsystem32.
5. Ketika file wpa.dbl Anda paste, akan muncul informasi bahwa file tersebut telah tersedia pada folder system32. Klik [Yes] untuk melakukan overwrite.
6. Langkah terakhir, restart Windows dan lihat, Windows XP tidak lagi meminta aktivasi!
Terdapat banyak cara untuk memasang Windows XP pada stesen kerja. Jika anda memasang dengan memformat cakera keras, kemudian boot komputer melalui CD-ROM, cara ini dipanggil sebagai clean install. Anda perlu menjalankan clean install jika:
» Komputer anda menggunakan Windows 3.0, Windows 3.11, Windows 95 dan Windows 3.51
» Komputer anda tidak menggunakan produk dari Microsoft
» Komputer anda masih belum mempunyai sistem operasi
Mari saya mulakan dengan menjalankan instalasi Windows XP dari CD. Saya akan mengganggap komputer anda belum mempunyai apa-apa sistem operasi di dalamnya.
1. Hidupkan PC anda dan masukkan CD-ROM Windows XP Professional ke dalam piring. Anda perlulah terlebih dahulu mengaturkan supaya sistem anda dapat boot melalui CD-ROM.
2. Selepas komputer selesai menjalankan POST, rutin setup untuk Windows XP akan bermula. Lihat gambarajah di bawah berikut:
Awalan program menunjukkan proses penyalinan fail-fail yang diperlukan oleh Windows XP. Semasa proses ini dijalankan, program setup akan memuatkan Windows XP (versi minima) sebelum dapat memulakan program setup. Secara spesifik, saat ini Windows akan memuatkan pemacu (driver) bagi kegunaan perkakasan yang tertentu.
3. Sebaik sahaja program setup selesai memuatkan kesemua fail-fail pemacu yang diperlukan, anda kan dapat melihat senarai jadual partition bagi sistem anda. Lihat gambarajah di bawah:
Gambarajah di atas menunjukkan sistem anda masih belum mempunyai partition. Untuk mencipta partition, anda boleh menggunakan utiliti ini. NOTA: Jika sistem anda sudah mempunyai partition, anda boleh membuang partition tersebut dan menggantikan dengan partition yang baru.
Untuk membuang partition, tekan butang D. Untuk mencipta partition, tekan butang C.
4. Apabila anda memilih untuk mencipta partition baru, anda akan di bawa ke paparan berikut.
Gambarajah di atas menunjukkan paparan Partition. Anda diberi pilihan untuk meletakkan saiz partition yang ingin diciptakan. Jika anda tidak memahami maksud partition, saya mencadangkan anda menggunakan keseluruhan saiz partition secara maksima, tekan butang Enter untuk ke peringkat seterusnya. NOTA: Perlu diingat Windows XP memerlukan saiz cakera keras sekurang-kurangnya 1.5GB.
5. Kemudian, anda akan ditanya bentuk format bagi partition baru anda. Terdapat beberapa pilihan format iaitu NTFS (Quick), FAT (Quick), NTFS, dan FAT. Pilih jenis format yang dikehendaki dan tekan butang Enter untuk ke peringkat seterusnya.
6. Setelah anda memilih jenis format, program setup akan memulakan proses format pada partition yang diciptakan. Bergantung kepada saiz partition dan jenis sistem fail yang dipilih, proses ini akan mengambil masa antara 1 hingga 10 minit untuk selesai.
Gambarajah di atas menunjukkan proses memformat partition.
7. Kemudian Windows XP akan memulakan proses menyalin fail-fail sumber Windows XP dari CD ke dalam partition baru. Proses ini akan mengambil beberapa minit.
Gambarajah proses menyalin fail-fail Windows ke dalam cakera keras.
8. Setelah selesai menyalin fail-fail Windows, sistem akan reboot. Setelah komputer anda selesai reboot, program setup akan bertukar ke mod GUI, saat ini sistem akan mengenalpasti dan memasang perkakasan yang terdapat di dalam PC anda. Pada proses ini juga akan menyebabkan skrin anda berkedip-kedip untuk beberapa kali kerana sistem cuba untuk mengenalpasti jenis kad video yang sedang digunakan.
9. Semasa dalam mod GUI, anda akan ditanya untuk memeriksa setting Regional dan Language. Anda juga perlu memasukkan Product Key bagi Windows XP. Nombor Product Key ini boleh didapati di label CD Windows XP.
10. Klik butang Next. Pada paparan berikutnya, masukkan nama komputer dan kata laluan Administrator. Klik butang Next, dan pada paparan seterusnya, pilih Time Zone bagi kawasan anda.
11. Pada langkah berikutnya, anda akan menetapkan konfigurasi pada Network Settings, terdapat dua pilihan diberikan: Typical dan Custom. Jika anda memilih Typical settings, sistem anda akan dipasangkan dengan komponen-komponen berikut:
- Client for Microsoft Networks
- QoS Packet Scheduler
- File and Print Sharing for Microsoft Networks
- TCP/IP, configured for DHCP
Jika anda memilih Custom settings, anda akan diberi peluang untuk menambah dan menetapkan konfigurasi network secara manual. Anda tidak perlu risau tentang ini, jika anda melakukan kesilapan pada konfigurasi, anda masih boleh mengubahnya kemudian.
Gambarajah di atas menunjukkan konfigurasi Network Settings.
12. Berikutnya, anda perlu menetapkan jenis network yang ingin disertai, sama ada Workgroup atau Domain. Jika anda memilih untuk menyertai Domain, anda akan ditanya untuk memasukkan maklumat username serta kata laluan bagi mengesahkan identiti anda. Kemudian klik butang Next.
Gambarajah di atas menunjukkan paparan untuk memilih Workgroup atau Domain.
13. Sekarang anda bolehlah membiarkan sistem anda menyalinkan fail-fail yang diperlukan. Semasa proses penyalinan ini, sistem anda akan memasang program-program ke dalam Start Menu, mendaftarkan komponen Windows dan membuang fail-fail sementara dari Temporary folder.
14. Apabila proses setup hampir siap, sistem anda akan melakukan kemaskini dan reboot. Jika semuanya berada dalam keadaan baik, sistem anda terus akan memuatkan Windows XP Professional dan anda bolehlah menggunakan sistem operasi baru anda. Lakukan pemasangan perisian-perisian pihak ketiga seperti program utiliti, perisian pejabat, aplikasi internet sebaik sahaja anda berjaya memasuki desktop Windows XP.
« ih.
Instal Ulang Windows XP Tanpa Aktivasi
Menyiasati pengguna Windows XP untuk melakukan aktivasi Windows ke situs Microsoft dalam waktu 30 hari
Perbedaan mencolok yang paling dirasakan pengguna yang baru bermigrasi ke Windows XP adalah ditambahkannya Windows Product Activation atau WPA. Program ini akan memaksa penggunanya untuk melakukan aktivasi Windows ke situs Microsoft dalam waktu 30 hari.
Jika dalam waktu yang telah ditentukan Anda sebagai pengguna belum juga melakukan aktivasi, Windows Anda akan terkunci dan baru dapat digunakan kembali setelah Anda mengaktifkannya.
Aturan yang sama juga mulai diterapkan pada berbagai software baru yang beredar belakangan ini. Kita ambil contoh produk anti virus dari Symantec, Norton AntiVirus 2004. Peranti lunak ini juga telah menerapkan aktivasi sebelum Anda bisa menggunakannya secara penuh. Pilihan aktivasi yang umum diberikan adalah melalui Internet atau melalui telepon.
Melihat tren aktivasi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, untuk apa sebenarnya aktivasi software? Ide dibelakang pembuatan aktivasi ini adalah untuk mengurangi pembajakan software. Dengan adanya aktivasi, pengembang software dapat memastikan bahwa produk yang digunakan user sesuai dengan lisensi yang dibelinya. Misalkan seorang pengguna memiliki lisensi Windows XP untuk satu user, pengguna tersebut kemudian mengaktifkan Windows-nya. Jika ia memiliki komputer lain dan ingin menginstal Windows yang sama tanpa membeli lisensi tambahan, maka Windows pada komputer yang kedua tidak akan bisa digunakan lebih dari 30 hari. Penyebabnya, Windows tidak dapat diaktivasi karena masalah lisensi.
Meskipun penerapan Product Activation ini dijadikan solusi bagi para pengembang program, namun cara ini bisa menjadi batu sandungan bagi pemilik lisensi resmi. Mengapa? Karena, jika pemilik komputer tersebut melakukan instal ulang sistem operasi setelah melakukan aktivasi, ia tidak dapat lagi mengaktifkan Windows untuk keduakalinya. Tapi, jangan marah dan kecewa dulu dengan masalah tersebut. PCplus punya solusinya! Ikuti langkah berikut sebelum Anda menginstal ulang Windows.
1. Klik [Start]>[All Programs]>[Accessories]>[Windows Explorer].
2. Buatlah sebuah folder baru, misalnya dengan nama backup pada drive D.
3. Masuklah ke folder C:WINDOWSsystem32. Jika Anda menginstal Windows pada drive lain, Anda dapat menyesuaikannya dengan drive yang Anda gunakan.
4. Pada bagian kanan window akan muncul sebuah informasi yang menyatakan bahwa file yang ada pada folder tersebut pada kondisi hidden. Klik hyperlink [Show the contents of this folder] untuk menampilkan isi dari folder system32.
5. Setelah folder system32 terbuka, carilah file bernama wpa.dbl.
6. Copy file wpa.dbl tersebut ke folder yang sebelumnya telah Anda buat (D: ackup),
Jika Anda telah melakukan langkah-langkah di atas, sekaranglah saatnya Anda menginstal ulang Windows XP. Anda dapat memformat harddisk dan melakukan “Fresh Install� dengan aman. Setelah Windows baru terinstal di komputer Anda:
1. Restart komputer dan tekan tombol [F8] pada keyboard sesaat sebelum komputer masuk ke sistem operasi Windows.
2. Pilih [Safe Mode] untuk masuk ke mode “aman�.
3. Pada Safe mode, jalankan kembali Windows Explorer.
4. Masuklah ke folder di mana Anda menyimpan file backup wpa.dbl, kemudian copy-kan kembali file tersebut ke folder C:WINDOWSsystem32.
5. Ketika file wpa.dbl Anda paste, akan muncul informasi bahwa file tersebut telah tersedia pada folder system32. Klik [Yes] untuk melakukan overwrite.
6. Langkah terakhir, restart Windows dan lihat, Windows XP tidak lagi meminta aktivasi!
Langganan:
Komentar (Atom)